Risiko di Balik Konsumsi Makanan Manis yang Berlebihan pada Si Kecil

 


Dari sekian banyak jenis situs judi terpercaya makanan, anak-anak terkenal sangat menyukai kudapan yang manis. Bukan hanya permen, kue, dan cokelat, tapi juga minuman yang bercita rasa manis dan mengandung gula.

Meskipun Si Kecil menyukainya, sebaiknya Bunda perlu memerhatikan betul jumlah makanan manis yang dikonsums tokebettingi. Sebab, asupan gula yang berlebih dapat menyebabkan sejumlah masalah dan gangguan kesehatan pada tubuhnya yang sedang dalam masa pertumbuhan. 

Ingatlah, bahwa berlebihan dalam sesuatu itu tidaklah baik, apalagi makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dikutip dari Klikdokter, berikut ini beberapa risiko di balik konsumsi makanan manis yang berlebih pada Si Kecil.

BACA JUGA : 

Kampanye Makanan Lokal, Cara Kota Malang Dorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat


1. Kerusakan Gigi

Salah satu organ tubuh anak yang paling sering menjadi korban makanan manis adalah gigi si Kecil. Tumpukan gula berlebih di gigi dapat meningkatkan risiko terbentuknya karies dan akhirnya menyebabkan lubang pada gigi.

Bila Si Kecil tidak terbiasa menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis, masalah akan timbul. Bukan hanya giginya yang akan berlubang dan terasa nyeri, tapi gusi dan saraf di bawahnya juga bisa mengalami infeksi.

2. Obesitas

Kegemukan alias obesitas pada anak usia 5–12 tahun merupakan masalah yang sering ditemukan. Masalah ini kerap disebabkan kebiasaan mengonsumsi makanan manis dalam jangka waktu tertentu. Terbukti bahwa makanan manis umumnya mengandung kalori tinggi, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan berat badan.

3. Diabetes

Berat badan Si Kecil yang terus meningkat hingga sulit terkendali, bisa menyebabkan masalah yang lebih serius. Ditambah lagi kalau asupan makanan manis tidak segera dibatasi, potensi diabetes dan gangguan jantung yang akan menanti di kemudian hari.

Untuk menghindari berbagai ancaman kesehatan di atas, asupan gula harian si Kecil harus sangat diperhatikan. American Heart Association merekomendasikan asupan gula harian anak usia 2–18 tahun tidak lebih dari 25 gram (setara 6 sendok teh) dalam sehari. Takaran ini mencakup asupan gula baik dari makanan maupun minumannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masak Setiap Bagian, Cara Memasak Baru untuk Kurangi Sampah Makanan

Sampeyan kabeh, mesthi, wis ndeleng jinis game shooting iwak iki qqbet555

A good manager should be able to identify the signs and symptoms of trauma and create a safe space